A Rainbow In My Little Word

Duh, udah lama g ngisi blog, gatel juga tanganku untuk ngetik. yang mau tak critain ini tentang wawancaraku yang ke sekian kalinya di suatu perusahaan (sebut saja namanya X), kali ini di surabaya. Udah beberapa kali wawancara g da kabar, aku pun g terlalu berharap banyak sama wawancara kali ini. Aku pikir, apa yang terjadi, terjadilah. Pokoknya seperti lagu KUPU KUPU MALAM-nya PeterPan deh.

Sebelum aku dipanggil untuk wawancara ini, aku psikotes dulu. Busyet! Itu komentar pertamaku. Mo bilang apalagi coba kalau melihat soal2 yang mengalir tiada henti? Awalnya se hanya 20 soal pilihan, yang menurutku “Oh, it’s okay” Setelah itu, muncul soal logika yang “duh, apaan ini?” Lalu, ada lagi soal yang “That’s great” Yang paling bikin mata pusing & kepala berkunang-kunang, ada sesi yang lembar jawabannya itu selebar kertas A2 dan isinya penuh dengan angka 1-9 yang penuh buanget. S*/t! mau diapain ini lembaran? Ternyata itu lembaran untuk ngetes konsentrasi kita. Yah, setidaknya itu kata temen di sampingku. Untunglah sebelumnya aku udah sarapan. Setidaknya aku g sampai pingsan gitu. Trus yang bikin aku tambah nyut2, sesi terakhir, kita dikasih 2 lembar kertas folio kosong. Di situ kita disuruh gambar pohon, orang yang lagi ngapain, trus disuruh nulis 5 kelebihan dan 5 kekurangan kita. Bujung buneng, belum cukup apa “penyiksaan” ini? Yah, at least, aku lolos juga tesnya. Ditelpon untuk wawancara deh. he3x (tawa penuh hawa jahat)

Nyambung ke wawancara, jadwalnya itu jam setengah 9 tapi aku baru dipanggil itu jam 9 kurang 15 menit. Gitu aja sebelumnya aku dikasih lembar isian tentang informasi kita dan segala tetek bengek yang lain. Duh, aku jadi lapar…Tidak berapa lama, akhirnya aku dipanggil bareng sama seorang cowok. Yang wawancara ada 2 orang, cewek dan cowok. Yang cewek se g banyak bicara tapi yang cowok…ya ampun banyak banget tanyanya. Mister O, sebut saja begitu, banyak tanya masalah jaringan. Duh, jadi nyesel kenapa dulu aku cueks bebek pas pak Jarkomdat menerangkan di depan kelas. Yah, penyesalan memang g pernah datang di awal. Udah, aku pasrah aja ditanyain macem2. Aku udah g peduli itu jawabanku bener ato g. Mister O cuma geleng denger jawabanku. Ko dia, orang aku aja bingung sama jawabanku. He3x Setelah puas tanya2 masalah jaringan, dia nyuruh kita untuk nyanyi. Gila, ini wawancara ato audisi se? Pikirku. Ini orang bener2 ngerjain. Aku disuruh nyanyi aja ngulang sampe 2 lagu, trus disuruh akting kedinginan tanpa bicara (emang pantomim?). Yang nyebelin, cowok yang wawancara bareng aku cuma disuruh nyanyi 1x aja. Uh…dongkol banget. Emang se, aku akui pas nyanyi suaraku kacau banget, kedengaran kalau aku grogi gitu. Pas aku selesai nyanyi aja Mister O tanya “kalau anda jadi saya, apa yang akan anda lakukan kalau mendengar nyanyian seperti anda tadi?” Dengan konyol aku jawab, “saya akan menutup telinga, pak” Eh, orangnya malah ketawa. Dasar ni orang. Trus sampe juga pertanyaan soal gaji. Mister O tanya, “apa motivasi anda bekerja?” Dengan santai aku jawab, “Ya supaya dapat uang” Oke, kesannya seperti money oriented, tapi g munafik itu yang aku rasakan.

Btw eniwey Jakarte punya busway,
Selesai juga ini wawancara. Kita berdua (aku & cowok) yang tadi wawancara disuruh keluar dulu. Mungkin mereka mau rundingan dulu siapa yang diterima. Oke, sebenarnya aku tidak terlalu banyak berharap akan diterima. Yah, mengingat segala kegilaan pada jawabanku yang kacau balau masalah jaringan sebelumnya. Honestly, 5 menit itu lama. Penantian selama 5 menitpun g sia2, aku diterima kerja di perusahaan yang bergerak di bidang call center itu. Aku harus training dulu selama kurang lebih 2 minggu. Akhirnya, 4 bulan dari waktu itu, aku masih kerja di perusahaan itu sampai sekarang.

March 15th, 2009 at 2:37 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Gema hari raya Idul Fitri masih terngiang di telingaku, ucapan “Minal Aidin Wal Faidin, Mohon Maaf Lahir Batin” masih sering terlontar dari bibir manusia di seluruh dunia yang merayakan hari yang fitri ini, tetapi kenapa? Kenapa aku sudah membuat kesalahan lagi? Kenapa dengan bodohnya aku memecahkan skor NOL ku? Hiks, ya Allah, apa dosaku ini masih bisa dimaafkan? Sekarang, aku hanya bisa berharap kalau adik kecil yang sudah aku “jahati” mau memaafkan & melupakan kesalahanku padanya.

Cerita ini berawal pada suatu pagi yang cerah tanggal 5 Oktober 2008, ya…kemarin. Walaupun hari itu cerah, matahari bersinar dengan senyuman hangat, tapi sayang…cerahnya tak secerah suasana hatiku dan tak sehangat senyumanku. Ya…aku sedang bad mood alias lagi gak enak hati. Gara-garanya…semalam agak gak enak waktu mau udahan telpon sama Anria. Gak tau juga kata-kataku yang sebelah mana yang udah buat dia sebel sama aku. Yang jelas, pas mo udahan, dia langsung begitu aja nutup telpon setelah aku bilang “Wassalamualaikum”. Biasanya kan pake embel-embel “selamat menempuh perjalanan ke pulau kapuk”, atau kalo gak “met bobok dan jangan sampe ngiler” (aneh2 aja), atau kalo gak “jangan lupa pipis dulu, ntar ngompol”. Pokoknya, ada…aja embel-embelnya. Sampai-sampai kita pernah lomba cepet-cepetan nutup telpon. Tapi kali ini beda. Aku kan jadi bertanya-tanya. Nah, gara-gara itu, aku gak bisa tidur dengan baik dan baru bisa tidur begitu lewat tengah malam. Paginya, pas antarin mama ke pasar, ekspresi di wajahku udah seperti lantai di rumah, datar tar tar. Aku yang biasanya ceriwis “Ma, ayuk masak ini itu” kali ini hanya bicara kalau ditanya aja, itupun dengan jawaban yang super duper irit.

Nah, yang jadi masalah dalam cerita ini, aku dengan bodohnya, mencipratkan ke-bad mood-an ku pada orang lain dan dalam kasusku, seorang gadis kecil. Jadi, waktu mama milih-milih sayur, di dekatku ada seorang ibu dan anaknya sedang berbelanja juga. Si anak memegangi baju ibunya sambil bicara “Ma, ma, nanti masak ini dan itu ya?” dan si ibu hanya mengiyakan dengan masih memilih cabe. Lalu, aku merasakan kalau si gadis kecil ini melihat ke arahku. Waktu aku menengok untuk melihatnya, aku lihat dia memperhatikan aku dengan mata beningnya. Ah…so cute, mungkin itu yang akan aku ucapkan kalau aku dalam kondisi biasa. Nah, dalam kondisi bad mood seperti ini, aku hanya memandanginya dengan ekspresi “Apa?”. Begitu aku melancarkan tatapan itu, si gadis kecil terlihat ketakutan dan bersembunyi di balik tubuh ibunya. Seketika itu juga aku tersadar dari kebodohanku dan berteriak “Hua…kenapa aku jadi begini sih?” dalam hati. Ya, untunglah aku hanya berteriak dalam hati. Betapa malunya aku dan mama seandainya aku benar-benar berteriak. Woi…cotto matte! itu di pasar. Lalu si ibu dan anak berlalu beberapa menit kemudian. Waktu aku hanya bisa memandangi dengan tatapan “Dik…maafkan aku…”. Entah kebetulan atau tidak, si gadis kecil sempat melihatku sebelum berbelok di tikungan. Aku tidak tahu apakah dia tahu arti tatapan ku yang terakhir, tapi sewaktu aku tersenyum, dia juga tersenyum, walau pun hanya sedikit. Semoga, dia bisa memaafkan kesalahanku. “DIK…MAAFKAN KAKAK YA…”

October 11th, 2008 at 8:43 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

BAJU SI PIPIN TERBUAT DARI SATIN
SAYANGNYA, KOTOR KENA GELATIN
AKU MAU UCAPIN MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Asyi…k, Lebaran telah tiba.
Yei yei, betapa senangnya akhirnya puasa bisa selesai. Selesai sih, tapi masih aja merasa ada yang kurang sempurna. Ya…aku tahu tidak ada yang sempurna di dunia ini selain Allah yang menciptakan kita semua. Puasaku tahun ini, menurutku sama sekali gak sukses. Bagaimana bisa sukses kalau bolong di sana sini. Ya…wajar se bagi seorang cewek seperti aku. Ya sudah, yang sudah berlalu biarkan seperti itu, yang penting bisa jadi pelajaran berharga kelak di kemudian hari. Sekarang, target harus dinaikkan lagi untuk puasa tahun depan. Masih ada 11 bulan lagi ni. Cukup gak ya waktunya? Pokoknya harus cukup! Semangat! Sekarang, aku hanya bisa berdoa, semoga aku masih diberi sedikit umur agar bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Amin… Untuk saat ini, aku hanya bisa menyambut Hari yang fitri ini dengan penuh rasa bersyukur.

October 11th, 2008 at 8:36 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Dulu, bertahun2 yang lalu dari sekarang aku disuruh nyetak kue yang dikasih nama putri salju. kue ini gampang banget bikinnya, lebih enteng gitu. Aku g perlu ngasih olesan kuning telur di atasnya kaya pas bikin kue kacang, dan aku juga g perlu nempelin choco chip kaya pas bikin kue coklat choco chip, atau kasih trimit(gula kecil warna warni) di atas kue pasir bentuk bintang. Tinggal cetak, taruh di atas loyang, di oven de. Ha3 mudah sekali bukan. Uh, aku seneng banget melakukannya. Huaha3 Tiba2 muncul suatu pemikiran, trus kalo begini, kenapa disebut putri salju yah? Kue polos kaya gini juga. Apa bagusnya dikasih nama itu? Ah, sebodo lah, yang penting, cepet selesai, cepet santai.

Nah, setelah selesai semua itu kue mateng, giliran dibungkusi. Tapi sewaktu mau aku taruh dalam wadahnya, mama bilang tunggu dulu, belum dikasih saljunya? Apa pula ini? Ow…usut punya ust, ternyata itu kue harus “bergulung-gulung” dulu dalam lautan gula halus baru dimasukin dalam bungkus. Wah, ternyata tidak sesimpel yang aku pikrkan tadi. Gugur de teorinya. Jadi, nama putri salju itu dikarenakan si kue “bergulung-gulung” dulu dalam lautan gula halus sehingga berwarna putih, seputih putri salju. Aneh2 aja si pemilik resep yang mencetuskan nama ini. Kenapa g dikasih nama kaya pemutih pakaian ato kaya nama deterjen yang konon bisa bikin baju semakin putih karena bantuan berapa belas tangan gitu. He3x

Jumat, 19 September 2008

September 24th, 2008 at 6:28 am | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

Kemarin aku kejar tayang. Bukan kejar tayang syuting kaya artis2 yang sekarang lagi maen sinetron, tapi kejar tayang bikin kue. Gara2nya, temen sekolah mama nambah pesenan. Padahal kadwal pemesanan uda ditutup sejak 2 hari yang lalu. Berasa balik lagi jaman beli formulir SPMB. he3x Eh, ko melantur. Nambahnya g tanggung2, 3kg! Busyet dah, banyak banget. Harus bikin berapa resep lagi nih? Hiks, harus hilang lagi ni jadwal tidurku. Masak tiap hari selama seminggu ini, aku baru bisa tidur sekitar jam 9an (pan habis traweh, kumpul2 dulu). Lalu bangun jam 3 buat sahur, bangun lagi jam 5 buat subuhan, lalu bangun lagi jam setengah 8, mandi lalu berkutat sama adonan untuk dicetak dan dioven. Begitu terus sampai sore. Trus kapan buat santai?

Pagi kemarin, aku bangun agak pagi, jam 7. Yah…lumayan lah, nanti bisa selesai lebih awal dari biasanya. Seperti biasa, langsung mandi dan nyetak kue. Hari ini giliran kue cokla choco chip. Ini nih, kue yang paling banyak dipesen sama orang2. Terus terang, aku belum nyobain sedikit pun sampai sekarang, walau uda jadi banyak. Rasanya bisa de dipake berendam ni kue. He3x Balik lagi ke topik. Setelah nyetakin, aku berasa ada yang kurang. Apakah itu? Ya…di mana gerangan choco chip nya buat hiasan di atasnya? Aduh…mana oven uda mulai panas lagi, di mana ni? Wah, gawat ni. Bisa berabe jadinya. Apa kata dunia kalo KUE COKLAT CHOCO CHIP tanpa ada choco chip? Masak kue coklat aja? Kan g lucu sama sekali. Belum selesai aku berpikir gimana nasibku kalo dimarahi mama(kayanya g mungkin, mengingat semua lagi puasa), mataku menangkap sesosok bungkusan plastik berisi sesuatu berwarna coklat. Aku sudah berharap2 cemas nih. Alhamdulillah…ternyata itu emang bener choco chip yang dari 5 menit yang lalu aku cari2. Terima kasih ya Allah, kau berikan petunjuk-Mu untuk menemukan kembali soulmate kue coklat ini. He3x Dan akhirnya, jadilah Kue coklat tersebut dengan choco chip sebagai hiasannya. Amin…

Jumat, 19 Septembber 2008

September 24th, 2008 at 6:25 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Di dunia ini, selalu ada hukum sebab akibat. Sebagai contoh, bulan September ini. Bulan ini adalah Bulan Ramadhan, karena itu, uat Islam diwajibkan berpuasa. Nah…karena bulan puasa, maka ada hari raya Idul Fitri. Idul Fitri kan banyak orang keliling untuk bersilaturahmi salin bermaafan, jadi orang harus siap sedia jamuannya. Jamuannya kan macam-macam tuh, ada kue2 kering dkk, jadi orang beli deh. Nah…karena itu, banyak orang yang pada pesen sama mama aku. Nah…karena banyak orang yang pesen, aku jadi kena deh, bantuin bikinnya. he3x

Huah…enak ni meregangkan kedua tangan lebar2. G peduli ntar kena siapa juga ato bau ketek kemana2. He3x G terasa ni udah semingguan lebih nonstop bantuin mama bikin kue-kue kering Lebaran pesenan temen2 mama dan papa. Gila!? Banyak banget, Coy. Bayangin aja, ada 5 macem kue kering yang harus diselesaikan. Mulai dari yang namanya Lidah Kucing, Kue Coklat Choco chip, sampai yang namanya Putri Salju. Aneh2 banget namanya sampai2 Anria bilang, g ada tu yang namanya Dewa Petir? Dasar ni anak. Adain aja sendiri kalo mau. paling2 nti jadinya kaya logonya PLN. He3 selum lagi hilangnya jatah jam buat bobok siang. Hiks. Tapi untungnya g hilang jatah buat traweh. Gini2, kita punya prinsip semua harus selesai sebelum buka puasa. He2 bagus juga ni prinsip.

Balik lagi ke roti,kalo tiap macem cuma butuh 1kg se gpp, tapi ini 1 macem butuh lebih dari 2kg. He?! Sumpah pegel banget ni tangan gara2 nyetakin itu kue2 kecil. Semalam aja baru kerokin mama. Uh, aku jadi pengen pijet ni. Habis mo gimana lagi. Bayangin aja, kalo tiap siang orang2 bisa beribadah dengan tenang alias tidur, kami berdua harus kepanasan di depan oven dan kompor. Belum terhitung belepotan mentega, terigu, telur ataupun dikerubuti semut gara2 kena gula (tapi aku yakin karena aku manis juga se. He3). Rasa2nya aku sendiri siap dicetak trus di oven de. Itu masih belum seberapa, beberapa hari yang lalu, gara2 terlalu bersemangat, kakiku terkena loyang yang baru keuar dari oven. Ya Ya Ya…panas!!! Hiks, g berani teriak keras2, jadi cuma dalam hati aja. Yah…membekas de, mana bukan yang pertama kalinya lagi. Aset berharga ni kaki. Mana g akan ada spare part-nya lagi. Hiks, sabar Rani, sabar.

Tapi…bantuin mama bikin kue g selamanya menderita ko. Banyak juga senengnya. Contohnya aja, aku jadi lebih tahu, apa aja resep2 barunya ma2, mana diajai langsung gitu. Serasa kursus de. Wis pokoknya seneng de. Sayang, gara2 puasa jadi g bisa langsung nyicip gitu. He3x Yah…anyway Jakarte punya busway, saking seringnya bikin, lama2 aku jadi g ada hasrat dan napsu buat nyicip de. Rasanya uda bosen gitu liat banyak kue bertebaran di sekelilingku. Sampai2 pernah juga kebawa tidur masuk mimpi. Masak sampe mimpi ngemil itu kue sama Yuu Shirota dkk di POT, belum lagi si Jusin Timberlake dan Brad Pitt ikutan. Apaan sih ini mimpi? Kan g lucu banget. Aku aja sampai bangun gara2 kaget. Plis de.

Jumat, 19 September 2008

September 24th, 2008 at 6:21 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Wuih…akhirx jdi jga bkin blog sndri. niat dr dlu akhirx terealisasi dgn baik. tp..ak lbih sneg menyebut blog ini dgn “my little world” alias dunia kecilku. yah…bs disebut inilah ak di sisi lain. knp labelx “A Rainbow in My Little World”? itu krn di dlm dunia kecilku ini ada byk wrna, entah itu merah, kuning, hijau, ataupn yg lainx. jdi…smua wrna ada, lngkap kap kap kap. he3

Untk smua Frenq,

WELCOME IN MY LITTLE WORLD……

September 14th, 2008 at 8:09 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink